JAKARTA – Era transparansi perizinan telah dirintis pemerintah Indonesia dengan menerapkan Sistem Informasi Perizinan dan Registrasi Terintegrasi (Sprint) lengkap fitur tracking. Pemohon dapat melakukan monitoring terhadap progres perizinan atau pendaftaran yang diajukan.

Fitur tracking menjadi salah satu cara meminimalisir interaksi antara pemohon dengan regulator, sehingga dapat mengurangi potensi moral hazard dari pemohon maupun regulator. Termasuk meningkatkan kualitas good governance di lingkungan OJK.

2016, OJK juga telah meluncurkan Sprint Bancassurance untuk perizinan pemasaran produk asuransi, Sprint untuk perizinan penjualan reksa dana melalui bank selaku APERD serta Sprint pendaftaran akuntan publik atau kantor akuntan publik. Keduanya telah diimplementasikan sepenuhnya pada 2017.

“Ke depan, OJK akan terus mengembangkan Sprint untuk perizinan lainnya, sehingga layanan perizinan dapat berjalan dengan lebih baik,” ujar Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Rahmat Waluyanto di Jakarta.

Dia menjelaskan, untuk dapat mewujudkan proses perizinan interkoneksi penerbitan obligasi dan sukuk bagi emiten bank yang cepat, tepat, transparan, dan akuntabel, Sprint telah dilengkapi beberapa modul yaitu modul informasi perizinan, modul pelayanan perizinan, serta modul monitoring perizinan.

Melalui modul informasi perizinan, pemohon dapat mengakses informasi terkait regulasi, prosedur, serta standard level agreement dari perizinan penerbitan obligasi dan sukuk bagi emiten bank.

“Adapun interface antara pemohon dengan OJK selaku regulator selama proses perizinan, telah sepenuhnya terakomodir di dalam modul pelayanan perizinan,” terangnya.

Sumber : sindonews.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here