Merdeka.com – Pembangunan flyover Manahan di atas jalur rel Solo-Yogyakarta, akan dilaksanakan sekitar bulan Oktober. Meski belum dipastikan waktu dimulainya, namun antisipasi rekayasa lalu lintas dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Solo.
Mereka memetakan tiga ruas jalan yang akan menjadi titik kemacetan lalu lintas baru selama proyek pembangunan flyover. Hal ini sebagai dampak pengalihan arus lalu lintas selama proyek pembangunan flyover Manahan.

“Kami telah menyiapkan simulasi rekayasa lalu lintas September mendatang untuk mengantisipasi dampak pembangunan flyover Manahan,” ujar Kepala Dishub Solo Hari Prihatno,” Rabu (2/8).

Menurut Hari, ada tiga ruas jalan yang dipetakan rawan macet. Yakni kawasan perlintasan sebidang Pasar Nongko, persimpangan Jalan Wora Wari, serta persimpangan Jalan Kalitan. Pihaknya telah menyiapkan beberapa rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan lalu lintas di tiga ruas tersebut.

“Sudah kami paparkan ke wali kota bagaimana rekayasa lalu lintas selama pembangunan flyover. Termasuk ruas-ruas jalan yang diprediksikan timbul kepadatan,” kata Hari.

Sejumlah rekayasa lalu lintas yang akan dilakukan diantaranya penerapan sistem satu arah (SSA) timur ke barat atau dari arah perlintasan sebidang Pasar Nongko menuju Jl Hasanuddin (Hotel Agas). Sebelumnya jalan tersebut diberlakukan dua arah. Penerapan SSA ini dilakukan sebagai upaya untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di perlintasan sebidang Pasar Nongko.

“Nanti tidak ada lagi crossing kendaraan dari arah Hotel Agas (Jl. Hasanuddin) ke perlintasan kereta Pasar Nongko. Tujuannya untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Pasar Nongko,” jelasnya.

Untuk ruas jalan lain di sekitar perlintasan sebidang Pasar Nongko tidak mengalami perubahan. Namun selama pelaksanaan pembangunan flyover perlintasan sebidang Manahan akan ditutup total.

“Pembangunan flyover akan dikerjakan bertahap dimulai dari sisi utara. Seluruh kendaraan dari Manahan menuju Kotabarat atau Jalan Dr Moewardi akan dialihkan melalui Jalan Samratulangi, Jalan Ahmad Yani, serta memutar hingga melalui perlintasan sebidang Pasar Nongko,” jelasnya lagi.

Sedangkan untuk Jalan Yosodipuro tidak ada perubahan arus lalu lintas, karena flyover yang dikerjakan utara dulu. Sedangkan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di persimpangan Jalan Kalitan, kendaraan dari arah Kalitan ke Jalan Dr Moewardi dilarang berbelok ke kanan atau arah Lapangan Kotabarat. Kendaraan tersebut harus mengarah ke Jalan Slamet Riyadi.

Ia menambahkan, selama pengalihan arus ini, dari Gendengan ke Purwosari akan kita berlakukan dua arah. Pihaknya akan melakukan simulasi rekayasa lalu lintas sebelum diberlakukan.

“Simulasi kita lakukan selama dua pekan. Kami juga akan memasang rambu sebagai media sosialisasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) VII Semarang Lely Fitria mengemukakan, hingga saat ini proses lelang pembangunan flyover Manahan masih menunggu hasil kajian desain. Ia memperkirakan lelang proyek pembangunan flyover baru bisa berjalan Agustus.
“Proses lelang kan maksimal dua bulan, sehingga pelaksanaan pembangunan flyover Manahan diperkirakan dikerjakan Oktober mendatang,” pungkas dia.

[eko]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here