RAKYAT.NET, Jakarta – Bahaya mengancam tanpa disadari oleh pengguna KRL di Stasiun Duri. Stasiun Duri terlihat disesaki penumpang mulai pukul 18.00 WIB. Suasana stasiun ini terlihat mencekam sebab terlalu banyak penumpang yang berkumpul di saat yang sama usai bekerja.

Para penumpang berjejer menunggu kereta. Saking menumpuknya, kadang penumpang melewati batas aman. Kondisi ini jelas berbahaya, karena penumpang bisa terseret angin saat kereta melaju.

Meskipun sulit dicegah, namun tak henti-hentinya, para petugas yang berjaga terus-terusan mengingatkan penumpang untuk mundur dari area tersebut.

Penjaga di stasiun cukup banyak. Beberapa, menggunakan pengeras suara untuk mengatur penumpang supaya tertib. Akan tetapi, pengeras suara itu juga kadang kalah dengan suara dari banyaknya penumpang.

Horor stasiun tak berhenti di situ. Saat kereta datang, para penumpang yang menunggu berebut untuk masuk. Di sisi lain, penumpang yang datang ingin segera keluar dari kereta. Alhasil, benturan antar penumpang tak terelakkan.

Horor Stasiun Duri berlangsung cukup lama. Di mulai sekitar pukul 18.00 WIB, kemudian mulai mereda ketika waktu menunjukan pukul 20.00 WIB.

Horornya Stasiun Duri tak lepas dari berkurangnya frekuensi kereta dari sebelumnya 20 menit, menjadi 30 menit. Berkurangnya frekuensi disebabkan oleh penambahan frekuensi Kereta Bandara.

Sumber: detik.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here