RAKYAT.NET, Jakarta – Aturan ganjil genap digugat ke Mahkamah Agung (MA). Gugatan tersebut diajukan oleh Andrean Mezar yang ditujukan untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 77 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalulintas dengan Sistem Ganjil-Genap Selama Asian Games 2018 menuai pro dan kontra.

“Yang pertama adalah perkara hum no 57P/Hum/2018 tanggal masuk tanggal 13 Agustus 2018. Pemohon Andrean Mezar, termohon gubernur provinsi DKI Jakarta terkait dengan ganjil genap,” kata Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat MA, Abdullah, di Kantor MA di Kantor MA, Jakarta Pusat, Rabu (15/8).

Seperti diketahui, perluasan sistem ganjil genap telah berjalan hampir dua pekan. Namun sampai hari ini, masih banyak ditemukan pengendara yang melanggar aturan tersebut. Hal tersebut dikatakan Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto.

“Dari data yang kita catat sejak 1 hingga 12 Agustus 2018 ada 12.998 pengendara kendaraan roda empat ditilang karena melanggar aturan perluasan gage,” kata Budiyanto.

Sistem ini diberlakukan setelah 3 in 1 dihapus. Tujuannya mengurangi volume kendaraan. Semula, sistem ganjil genap hanya berlaku di ruas jalan protokol di jam-jam sibuk. Belakangan, diperluas mengingat event Asian Games segera dibuka 18 Agustus mendatang.

Ruas jalan yang kebetulan akan dilalui peseta Asian Games dan selama ini menjadi titik macet terpaksa diberlakukan ganjil genap. Bahkan sistem itu diberlakukan 15 jam lebih.

Sumber: merdeka.com