Merdeka.com – Pemerintah Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta membuka kesempatan bagi pihak swasta berinvestasi pada sektor desalinasi atau pengolahan air asin menjadi air tawar. Hal ini dilakukan sebagai salah satu terobosan untuk solusi mengatasi kekeringan.

“Saya akan sangat terbuka dengan pemanfaatan teknologi untuk mengatasi kekeringan. Program pengolahan air laut menjadi air tawar bisa saja dilakukan,” kata Wakil Bupati Gunung Kidul Immawan Wahyudi di Gunung Kidul, seperti dilansir Antara, Senin (7/8).

Dia mengatakan solusi pemanfaatan air laut menjadi air tawar merupakan alternatif mengatasi kekeringan, selain menggunakan sumber mata air. Pemkab setempat terkendala anggaran yang tidak bisa langsung dilakukan harus mengajukan anggaran terlebih dahulu.

“Kami sangat menyambut baik jika ada swasta yang bisa mengembangkan teknologi tersebut,” katanya lagi.

Immawan mengatakan selama ini Kabupaten Gunung Kidul mengalami kekeringan setiap musim kemarau. Namun, sebenarnya sumber mata air cukup banyak, dan belum bisa diakses karena masalah anggaran terbatas untuk membiayainya. Sumber mata air jauh berada di bawah tanah.

“Pada dasarnya, Gunung Kidul bukan kekurangan air, namun kesulitan dalam mengakses air,” katanya lagi.

Dia mengatakan pemkab setempat berupaya memanfaatkan sumber air di dalam tanah salah satunya terus mencari sumber air.

“Kami berupaya melakukan pencarian mata air baru,” katanya.
Sebelumnya, Kasi Kedaruratan Dan Logistik BPBD Gunung Kidul Sutaryono mengatakan sampai saat ini data yang masuk ke BPBD sebanyak delapan kecamatan mengalami kekeringan dengan 137 ribu jiwa di dalamnya.

“Kami setiap hari mengirimkan bantuan sebanyak 28 tangki air, saat ini sekitar 800-an tangki yang sudah disalurkan. Untuk masyarakat atau instansi yang ingin menyalurkan bantuan bisa meminta data ke kami, sehingga tidak bertumpuk satu titik,” katanya pula.

[msh]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here