RAKYAT.NET, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan Pergub Nomor 30 Tahun 2018 tentang Izin Usaha Mikro dan Kecil Menengah. Pergub ini berisi kemudahan membuka usaha di rumah pribadi.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengatakan, Pergub itu tidak bertentangan dengan Perda nomor 1 tahun 2014. “Kalau ada anggapan bahwa kita menerbitkan Pergub yang bertentangan dengan Perda, saya klasifikasi,” kata Sandiaga di Balai Kota Jakarta, 7 Mei 2018 malam.

Sandiaga menyebut untuk dapat mendirikan tempat usaha di rumah, warga harus memenuhi syarat yang banyak dan ketat.

Pertama bangunan boleh permanen atau semi permanen dan hanya boleh memiliki luas maksimal 100 meter persegi. “Tempat usaha 30 m2 dan atau 20% dari luas lantai bangunan masa berlaku paling lama 5 tahun dan akan dievaluasi kembali,” kata Sandi.

Selain itu, kekayaan bersih pemilik usaha tidak boleh lebih dari Rp 500 juta dengan omset penjualan maksimal Rp 2,5 miliar. “Dengan tenaga kerja maksimal 19, di atas 19 orang maka wajib memindahkan lokasi (ke kawasan usaha),” kata Sandi.

Selain itu, izin usaha mikro di rumah tidak boleh berupa cabang dari usaha besar. “Cabang tidak boleh. Tidak boleh juga menghasilkan limbah berbahaya dan beracun,” Sandi menambahkan.

Sumber: merdeka.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here