TEMPO.CO, JakartaAnak-anak yang sehat tak harus menjadi vegetarian atau vegan, tapi juga bukan tak boleh. Menjadi vegetarian atau vegan kini dipilih banyak orang dengan alasan kesehatan.

Seperti dilansir Very Well, anak-anak yang vegetarian dikaitkan dengan prestasi yang membanggakan dan IQ yang tinggi. Orang yang menjadi vegetarian yang masih mengkonsumsi produk-produk susu dan telur juga tidak membutuhkan suplemen khusus protein karena mereka tidak kekurangan protein. Karena itulah anak-anak tidak dilarang menjadi vegetarian, atau bahkan vegan.

Semua nutrisi yang dibutuhkan anak-anak bisa didapat dari sumber makanan nabati, kecuali vitamin B12 yang harus diperoleh dari suplemen. Buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan mengandung berbagai zat gizi dan mineral, juga antioksidan dan fitonutrien yang sangat baik bagi kesehatan dan tak bisa didapat dari sumber makanan hewani.

Karena itulah tak ada larangan anak-anak menjadi vegetarian atau vegan. Bila pola makannya seimbang, pilihan itu justru menguntungkan. Menurut Asosiasi Diet Amerika, pola makan vegetarian yang terencana dengan baik bisa dilakukan oleh siapa saja dan pada tahap hidup apapun, mulai dari wanita hamil, menyusui, anak-anak, orang dewasa, dan juga olahragawan. Apalagi bila melihat fakta 17 persen anak-anak usia 2-19 tahun di Amerika Serikat kelebihan berat badan.

Menurut pakar kesehatan Neal Barnard MD, pola makan dengan sumber nabati memberi beberapa manfaat bagi anak-anak. Diet tersebut aman buat anak-anak segala usia, membuat kebutuhan akan buah-buahan dan sayuran terpenuhi, membuat jantung lebih sehat, menurunkan risiko diabetes melitus tipe 2 dan obesitas.

Buat para orang tua, jika anak-anak ingin menjadi vegetarian dan vegan, berilah mereka kesempatan untuk mencoba. Menjadi anak vegetarian di keluarga bukan vegetarian adalah tantangan berat. Anak-anak vegetarian cenderung untuk makan lebih banyak buah dan sayuran sehingga asupan vitamin C, folat, dan serat mereka sangat tinggi. Bila ada anak yang menjadi vegetarian, biasanya anggota keluarga yang lain juga akan menyesuaikan menu makan.

Menurut pakar gizi Kathleen Zelman, anak-anak boleh saja menjadi vegetarian tapi tetap masukkan produk-produk susu ke dalam menu makan agar mereka tidak kekurangan kalsium dan vitamin D yang dibutuhkan dalam pertumbuhan tulang dan gigi yang kuat.

Kemudian, bila tak ada sumber-sumber makanan hewani dalam diet, pastikan kebutuhan protein, lemak, kalori, kalsium, zat besi, vitamin B12, dan vitamin D tetap terpenuhi. Lebih baik lagi bila orang tua membawa anak-anak berkonsultasi dengan pakar diet sebelum mereka menjadi vegetarian.

PIPIT

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here