RAKYAT.NET, Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyatakan siap mengambil alih mayoritas saham PT Freeport Indonesia.

Dilansir dari kompas.com, Deputi bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius K Ro mengatakan, BUMN sudah menyatakan kesiapan untuk mengakuisisi Freeport Indonesia sejak tahun lalu.

Surat pernyataan minat mengambil alih saham Freeport Indonesia itu ditujukan kepada Kementerian Keuangan dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). BUMN mampu dalam hal keuangan untuk mengakuisisi saham mayoritas tersebut.

Kementerian BUMN nantinya akan membentuk holding BUMN sektor tambang untuk membeli saham PT Freeport Indonesia.

PT Freeport Indonesia mendapatkan perpanjangan usaha hingga 2041. Perpanjangan usaha ini bisa diperoleh setelah raksasa tambang itu menyepakati empat poin perundingan dengan pemerintah Indonesia.

Keempat poin yang dimaksud adalah pertama, landasan hukum yang mengatur hubungan pemerintah dengan Freeport Indonesia adalah IUPK, bukan kontrak karya (KK).

Kedua, divestasi atau pelepasan saham Freeport Indonesia sebesar 51 persen untuk kepemilikan nasional.

Ketiga, Freeport Indonesia membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) selama lima tahun atau maksimal pada Oktober 2022.

Keempat, stabilitas penerimaan negara, yakni penerimaan negara secara agregat lebih besar dibanding penerimaan melalui KK selama ini.

Sumber: kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here