“Mantan Ketua KPK Datangi Pelaku Bikin Gaduh”

RAKYAT.NET, Pangkalpinang – Ketua Umum Garda Jokowi, Antasari Azhar, Selasa (19/2/19) pagi melantik para pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Garda Jokowi Provinsi Bangka Belitung (Babel) periode 2019-2023 di Gedung Hamidah, Kota Pangkalpinang. Pelantikan dilakukan meski hanya dihadiri puluhan undangan dan pengurus.

Usut punya usut, ternyata pelantikan Garda Jokowi Babel ini diserang kabar hoax, Dalam acara pelantikan dihembuskan isu bahwa peserta dan undangan yang hadir akan mendapat uang transport. Dan pada saat sebelum acara dimulai, beredar pula kabar baru bahwa uang tersebut tidak jadi dibagikan oleh panitia. Tak pelak, banyak peserta kemudia membatalkan kehadirannya karena merasa dipermainkan, akibat kabar hoax tersebut.

Tidak hanya itu, pada saat pelantikan dilakukan dan Antasari Azhar tengah memberikan sambutan, tiba-tiba ada oknum warga yang membuat gaduh acara dengan nyeletuk dan berteriak kencang. Tentu saja Antasari terganggu dengan kondisi itu. Dia lalu turun panggung dan mendatangi warga tersebut mempertanyakan apa yang diteriakan. Tak lama kemudian warga itu digiring panitia untuk keluar dari gedung Hamidah.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI ini mengatakan, ada kelompok tertentu yang memang tidak suka dengan adanya kegiatan itu.

“Ya saya bilang ke panitia, ada atau tidaknya peserta kita lakukan pelantikan, asalkan ada orang yang dilantik,” beber Antasari.

Sebelumnya, lanjut Antasari, pada malam sebelum pelantikan dirinya mendapat laporan dari panitia bahwa jumlah relawan atau kader yang akan hadir mendukung Jokowi mencapai 1000 orang. Namun setelah diserang hoax, banyak kursi kosong tak terisi.

“Saya mendapat info bahwa peserta yang datang pada acara ini mendapat uang transport, dan pada hari ini beredar kabar uang tidak dibagikan oleh panitia, ini jelas berita bohong dan panitia tidak pernah menjanjikan hal tersebut, dan saya perintahkan ketua DPD untuk mencari penyebar berita hoax ini,” tegasnya.

Melanjutkan sambutannya, Antasari Azhar menjelaskan program dalam rangka pemenangan Jokowi di Bangka dan Belitung. Dia yakin kemenangan paslon 01 Jokowi dan Ma’ruf di Babel dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang mencapai 67 persen.

“Target 67 persen, itu target minimal. Kalau keinginan kita mencapai 100 persen, tapi untuk lebih banyak berat mengingat Babel dikuasai tetangga (Gubernur Babel), jadi kalau lebih dari itu gak mungkin. Target tersebut, sama dengan target pemilihan presiden pada tahun 2014 lalu,” ujarnya.

“Setelah dilantik ini saya mengharapkan kepada ketua DPD serta jajaran pengurus agar segera turun, mensosialisasikan program kerja Jokowi ke seluruh penjuru daerah di Bangka Belitung dengan target pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin bisa menang di Bangka Belitung,” imbuhnya.

Mantan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan ini berharap Garda Jokowi yang dilantik juga dapat meluruskan berita-berita bohong terkait Jokowi yang beredar luas di masyarakat.

“Saya melihat sendiri bahwa Jokowi sosok presiden yang baik. Banyak berita bohong seperti Jokowi PKI, kriminalisasi ulama itu tidak benar dan hal ini harus disampaikan ke warga Babel,” pinta Antasari Azhar.

Ditambahkan, dia ikut dalam Garda Jokowi karena meyakini Indonesia masih butuh figur teladan seperti sosok Jokowi. Menurutnya, Jokowi orang baik, sudah semestinya harus mendapat dukungan oleh masyarakat, karena telah terbukti dalam masa kepemimpinannya.

“Selain itu, penegakan hukum di era Jokowi mengalami kemajuan, khususnya kasus korupsi, dimana tidak pernah ada intervensi, Jokowi mempersilakan penegak hukum melakukan tugas sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tambah Antasari.

Ia mengatakan. DPD Garda Jokowi Bangka Belitung yang baru dilantik merupakan garda ke 14. Nantinya dia akan melantik pengurus DPD juga ke Sumatera Barat, NTB Lombok, dan langsung ke Papua.

“Saya sudah menginstruksikan kepada ketua DPD Garda Jokowi, agar menghidupkan mesin jangan sampai ada kabar hoax kembali,” tandas Antasari.