Merdeka.comSiapa yang bisa menolak aroma dan rasa dari makanan olahan? Rasanya yang enak dan aromanya yang lezat membuat makanan seperti sosis, chicken nugget, atau kornet memiliki banyak penggemar.

Namun pernahkah kamu bertanya-tanya kenapa makanan olahan bisa memiliki rasa yang begitu enak dan tahan lama alias tidak mudah busuk seperti makanan segar?

Jawabannya, tentu terletak pada zat kimia berupa zat aditif dan pengawet yang ditambahkan pada makanan tersebut.

Apa saja zat kimia yang ada di dalam makanan olahan? Dilansir dari boldsky.com, ini dia jawabannya.

Pemanis buatan

Pemanis buatan adalah zat aditif yang umum digunakan di makanan olahan.Beberapa penelitian menyebutkan bahwa konsumsi zat ini secara berlebihan bisa mengakibatkan kenaikan berat badan.

Sodium nitrat

Sodium nitrat sering ditambahkan pada produk daging agar tahan lebih lama. Nitratbersifat karsinogen yang tentu saja sangat berbahaya untuk tubuhmu.

Gula halus atau gula tepung

Selain pemanis buatan, ada pula gula halus yang banyak digunakan di dalam makanan olahan. Konsumsi gula halus bisa meningkatkan risiko diabetes, sakit kepala, obesitas, kanker, serta penyakit jantung.

MSG

Sering penasaran kenapa rasa makanan olahan begitu lezat? Jawabannya ada pada MSG atau monosodium glutamat. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi MSG secara berlebihan akan menyebabkan kerusakan saraf dan sakit kepala.

BVO

BVO atau brominated vegetable oil merupakan istilah dari minyak sayur yang sering ditambahkan pada makanan olahan untuk membuatnya mengembang. Zat ini dikenal sebagai racun dan saat dikonsumsi terus-menerus akan menyebabkan penyakit.

Oleon

Oleon atau olestra adalah zat aditif yang umumnya ditemukan di makanan ringan. Konsumsi produk dengan kandungan oleon di dalamnya akan menyebabkan masalah pencernaan dan menguras vitamin yang ada dalam tubuh.

Selain zat aditif di atasnya, kamu juga harus mewaspadai adanya pestisida yang digunakan di dalam sayur dan buah. Untuk meminimalisir paparan bahan kimia tersebut, usahakan untuk memilih makanan organik yang minim bahan kimia.

[feb]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here