RAKYAT.NET, Jakarta – Empat saksi kasus suap pengadaan barang dan jasa di PT. Krakatau Steel (Persero) dijadwal akan diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Keempat saksi itu Adalah Legal PT Tjokro Bersaudara, Indah Sariningrum, Staf Finance PT Tjokro Bersaudara, Anie Pefani, Accounting Finance PT Tjokro Bersaudara, Adi Sulaiman dan Manajer Service and Energy Procurement PT Krakatau Steel, Ruhimat.

“Mereka akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Teknologi dan Produksi Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (08/04/2019).

Sampai saat ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di PT Krakatau Steel. Keempatnya yakni, Direktur Teknologi dan Produksi Krakatau Steel, Wisnu Kuncoro; pihak swasta, Alexander Muskitta; Presdir PT Grand Kartech, Kenneth Sutradja; dan Bos Tjokro Group, Kurniawan Eddy Tjokro.

Alexander Muskitta diperkirakan berperan menawarkan rekanan ke Wisnu Kuncoro ‎untuk menggarap proyek Krakatau Steel. Lalu Alexander menyepakati adanya commitment fee sebesar 10 persen dari nilai kontrak yang disepakati oleh PT Grand Kartech dan Group Tjokro.

Alexander diduga mewakili Wisnu meminta uang Rp 50 juta kepada Kenneth Sutardja dan Rp 100 Juta kepada Kurniawan Eddy Tjoktro.‎ Uang yang diterima Alexander yakni berupa cek senilai Rp 50 Juta dari Eddy Tjokro dan 4.000 Dollar Amerika serta uang tunai Rp 45 juta dari Kenneth. Alexander kemudian menyerahkan uang sejumlah Rp 20 Juta ke Wisnu.

Atas perbuatannya, Wsinu dan Alexander disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan Kenneth dan Eddy Tjoro disangkakan melanggar pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan deak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP‎.

Sumber : Okezone.com