RAKYAT.NET, Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan atau OJK kembali menghapus 168 aplikasi yang diketahui merupakan aplikasi financial technology (fintech) tak berizin atau ilegal. Sejumlah aplikasi tersebut dinilai melakukan kegiatan usaha peer to peer lending atau pinjaman online namun tidak terdaftar atau memiliki izin usaha dari OJK.

“Berdasarkan pemeriksaan pada website dan aplikasi pada Google Playstore, Satgas Waspada Investasi kembali menghentikan kegiatan 168 entitas yang melanggar ketentuan OJK,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L. Tobing, Rabu (13/03/2019).

Sebanyak 168 aplikasi tersebut diketahui melanggar Peraturan OJK Nomor 77/POJK.01/2016 tentang Penyelenggara Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (Fintech Peer-To-Peer Lending). Bukan hanya itu, OJK lewat Satgas Waspada Investasi juga telah menghentikan kegiatan 47 kegiatan yang diduga merupakan investasi ilegal dan berpotensi merugikan masyarakat.

Menurut Tongam, kegiatan dan produk yang ditawarkan Fintech Ilegal ini adalah untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya dari masyarakat. Karena itu, OJK meminta kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam menggunakan dananya. “Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima,” kata dia.

 

Sumber : Tempo.co