NUNUKAN, KOMPAS.com – Sebanyak 1.478 remaja dari SMA dan organisasi pemuda di wilayah perbatasan Kecamatan Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, mendaftar untuk menjadi pasukan pengibar bendera.

Koordinator dan konseptor kegiatan, Husni mengatakan, lebih dari 1.000 remaja di Sebatik rencananya menggelar upacara pengibaranbendera merah putih. Mereka akan menjadi paskibra dalam upacara detik-detik memperingati Hari Kemerdekaan Ke-72 Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang di perairan perbatasan.

“Tiang bendera yang akan kita gunakan besok 79 tiang. Sementara untuk paskibranya sebanyak 1.478,” ujarnya.

Husni menambahkan, kegiatan pengibaran bendera dengan melibatkan ribuan pemuda di wilayah perbatasan Kecamatan Sebatik adalah sebagai bentuk nasionalisme pemuda di wilayah perbatasan.

Kegiatan tersebut juga dimaksudkan untuk mengikis adanya paradigma negatif yang selama ini berkembang bahwa perbatasan merupakan wilayah penyelundupan miras dan narkoba.

“Dengan adanya kegiatan seperti ini kami ingin menunjukkan bahwa nasionalisme pemuda di wilayah perbatasan Sebatik masih tinggi,” imbuhnya.

Saat ini, panitia upacara pengibaran bendera akbar di wilayah perbatasan Sebatik telah melatih para peserta paskibra.

Gelaran upacara akbar pengibaran bendera peringatan 17 Agustus 2017 juga ditargetkan tercatat dalam rekor Muri. Sejauh ini belum ada kegiatan upacara bendera yang melibatkan ribuan paskibra.

“Konsepnya sudah di-acc Muri. Belum ada konsep kebinekaan pengibaran bendera dengan paskibra ribuan,” ucap Husni.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here